Minggu, 12 Juni 2011

Cacat...? ....Bukan (lagi) Masalah !


Bagi sebagian orang, kekurangan kondisi fisik memang dimaknai dengan kata cacat. Namun bagi sebagian lagi, bukan alasan untuk tetap terus berkarya dan maju layaknya orang tanpa kekurangan suatu apapun.
Sudah banyak orang cacat berprestasi di dunia, bahkan menjadi teladan. Karya-karya besar mereka, bahkan menjadi sebuah inspirasi bagi semua orang. Bahkan secara kualitas memiliki kelebihan dari orang yang dianggap memiliki kesempurnaan fisik.
Hal ini menunjukkan bahwa pada dasarnya kekurangan fisik yang dimiliki seseorang bukan halangan untuk berprestasi.
Namun yang lebih banyak terjadi adalah adanya rasa minder yang dialami oleh para penyandang cacat ini. Mereka merasa bahwa mereka bukanlah makhluk yang sempurna yang mampu memiliki prestasisebagaimana orang yang dikaruniai kesempurnaan fisik.

Tips Atasi Minder
Selain nama-nama yang disebut di atas, masih banyak orang-orang dengan segala kekurangannya yang mampu meraih prestasi. Dan ini pun bukan tidak mungkin bisa diraih oleh semua orang yang memiliki masalah dalam hal kekurangan fisik.
Ada beberapa kunci untuk menciptakan kepercayaan diri ini :
1.   Yakin pada ketetapan Tuhan. Bahwa Tuhan menciptakan segala sesuatu pasti ada hikmah dan manfaatnya.
2.    Sadarilah bahwa kekurangan adalah sebuah keniscayaan bagi seluruh manusia. Kekurangan fisik hanya satu dari banyak kekurangan manusia. Dan setiap manusia pasti memiliki kekurangan yang tidak sama antar satu sama lainnya.
3.    Temukan kelebihan Anda. Bahwa manusia pasti memiliki kelebihan yang bisa diandalkan. Jika bisa menemukan kelebihan tersebut, yakinlah bahwa Anda pun bisa memiliki prestasi seperti orang yang memiliki kesempurnaan fisik.
4.    Selalu ada jalan untuk setiap kegagalan. Yang utama adalahusaha untuk menemukan jalan itu, dan jangan pernah menyerah. Sebab pertolongan dari Tuhan pasti muncul dari arah yang tidak kita sangka-sangka selama kita mau berusaha dan berdo’a.

Profil Orang Hebat yang Cacat
Lihat saja, musikus tuli Beethoven. Tanpa pernah memiliki kesempatan mendengarkan hasil karyanya, gubahan Beethoven mampu menjadi salah satu maha karya di dunia musik khususnya musik klasik. Sebuah kemustahilan barangkali, namun itu adalah sebuah realita.
Di Solo, M. Sabar yang memiliki kekurangan akibat kehilangan kaki kanannya mampu memecahkan rekor dengan memanjat gedung tertinggi di Jawa Tengah, yaitu gedung Solo Paragon. Prestasi ini diukirnya ketika memperingati Hari Penyandang Cacat sedunia, 3 Desember 2009.
Stevie Wonder, juga dikenal sebagai tuna netra yang memiliki keahlian bernyanyi. Bahkan lagu-lagu dari penyanyi kulit hitam ini mampu menembus jajaran tangga lagu terbaik dunia.

Jumat, 10 Juni 2011

Melinda Dee...Penerima Jamkesmas

BEBERAPA HARI INI KITA DAPATKAN BERITA BAHWA BIAYA OPERASI RADANG PAYUDARA  MELINDA 'MALING' DEE DIBIYAYAI OLEH KEPOLISIAN DARI ANGGARAN PEMERINTAH......Nah Lho.....liat beberapa komentar SOSIALITA dibawah ini :

1).Penggunaan dana Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) untuk operasi radang payudara Malinda Dee diprotes. Sosialita seperti Malinda tak pantas mendapatkan dana kesehatan yang hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin.

"Kami menolak penggunaan dana Jamkesmas untuk operasi payudara Malinda Dee," kata anggota Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch (ICW) Febri Hendri dalam pernyataannya, Jumat (10/6/2011).
Bukankah Jamkesmas dengan tegas dan jelas hanya digunakan untuk membantu pengobatan masyarakat miskin? Kenapa sampai mereka yang tidak berhak, yakni tahanan seperti Malinda mendapatkan fasilitas itu?
Konyol banget... kalo ini benar-benar terjadi... ibaratnya seperti menampar muka rakyat....
2).Kalo di Aceh, JKA (kayak jamkesmas juga), bisa dipake siapa aja, baik kaya maupun miskin. Asal dia bisa menunjukkan KTP atau KK bukti dia berdomisisli di aceh. Masalahnya pelayanan yang di dapat.... ya kamu taulah pelayanan untuk penghuni kelas 3 kayakmana... orang kaya sepelit2nya juga ga mau pake JKA...
kalo Malinda mau pake jamkesmas, ya monggo. tapi ane harap dia dapet pelayanan setara kelas 3 juga. tidur rame2 di bangsal, toilet cuma satu, ruangan sempit, pengap, dan beraroma ga sedap. jangan jamkesmas tapi untuk penghuni kelas satu. ga sudi aku

3).Mungkin si MD sudah jatuh miskin, ferrari sudah disita karena nunggak cicilan, uang di bank disita citibank untuk mengganti kerugian nasabah, aset aset rumah mewah dan apartemen juga disita untuk bayar uang nasabah, gaji 60 juta perbulan hilang karena dipecat citibank. Jadi yaaa, sudah dianggap fakir miskin sama polisi, sudah gak punya apa2 lagi. Polisi bingung itu operasi dibayar dengan apa???

2014 Indonesia Bebas Anak Jalanan, Mungkinkah?

SIANG hari itu, perempetan Jalan Otista, Jatinegara, Jakarta Timur, terlihat seorang anak yang berkulit agak hitam legam berambut panjang, berwarna agak kekuning-kuningan dengan model rambut belahan pinggir, memakai baju usang dan celana jins yang dipotong tidak sama panjang.

Tangan kiri anak itu memegang ukulele, sedangkan jemarinya memencet-mencet senar. Jari-jari tangan kanannya pun nampak lihai bergerak memainkan senar. Terdengar nyayian dengan suara agak serak dan dentingan ukulele yang khas. Dia bernyanyi di angkot yang sedang berhenti mencari penumpang, di dalamnya terdapat dua orang penumpang yang sedang asyik mengobrol tanpa memperdulikan nyayian anak tersebut.

Tepat di seberang jalan di sebuah pelataran toko terdapat beberapa anak lagi. Sebagian dari mereka nampak duduk-duduk sambil mengobrol atau bercanda dengan temannya. Ada juga dari mereka yang tiduran. Anak-anak tersebut seperti sedang beristirahat ataupun berteduh dari panasnya matahari pada siang hari itu.

Melihat sepintas keadaan mereka dan reaksi orang-orang yang tak menghiraukan keberadaan mereka, saya langsung terbersit di pikiran beginilah nasib anak jalanan (anjal) di kota besar. Mereka ini mungkin tidak seberuntung anak-anak yang dapat bersekolah, setiap hari mendapat pelukan kasih dan sayang orantua.

Bagi anjal, rumah mereka di mana saja yang memungkinkan untuk berteduh dan membaringkan tubuh dari kerasnya kehidupan kota Jakarta. Seperti pepatah, langit sebagai atap dan bumi sebagai alasnya. Orangtua anjal, entah ada dimana.

Ya, ironis memang membicarakan nasib-nasib generasi bangsa yang terabaikan ini. Padahal, sentar lagi negara ini akan memasuki usia yang ke-66 tahun, berarti negara ini sudah tidak muda lagi. Namun permasalahan fakir-miskin, dan anjal belum mengecap manisnya kemerdekaan.

Bila melihat UUD 1945, sebenarnya para pendiri negara ini sudah memikirkan nasib kalangan terpinggirkan. Hal ini tertuang pada UUD 1945 pasal 34 ayat 1, “Fakir miskin dan anak-anak telantar dipelihara oleh negara”. UUD 1945 juga dipertegas dengan adanya UU No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Tapi dalam praktiknya apakah UUD 1945 pasal 34 ayat 1 dan UU No. 23 Tahun 2002 ini masih berlaku apa tidak?

Kebanyakan para anjal hidup di kota-kota besar, seperti DKI Jakarta yang notabennya sebagai kota pusat bisnis dan pemerintahan. Data Dinas Sosial DKI Jakarta mencatat pada 2010 ada sebanyak 8.000 orang anjal.

Namun data Komnas Perlindungan Anak menunjukkan angka yang lebih besar sebanyak 12.000 orang. Itu data tercatat, belum mencerminkan jumlah anjal di lapangan sebenarnya yang mungkin lebih banyak lagi.

Persoalan anjal ini terutama di kota-kota besar bisa dibilang sudah menjadi masalah klise yang hingga kini belum terselesaikan. Sejumlah, program dengan kucuran dana tak sedikit dari APBN maupun APBD belum juga menampakan hasil. Anak-anak yang turun ke jalan kian banyak sehingga menambah panjang persoalan.

Tabungan Anjal
Kali ini  Kementerian Sosial (Kemensos) kembali menargetkan 8.000 anjal di Jakarta mendapat tabungan Rp1,4 juta per orang hingga akhir tahun 2011. Untuk selanjutnya, ditargetkan sampai 2014, seluruh anak jalanan di Indonesia akan merasakan hal yang sama.

Program ini sudah berjalan dari 2010 lalu. Untuk tahap pertama sudah ada 4.500 anak jalanan di DKI yang terkaver program ini. Tabungan anjal ini akan diberlakukan nasional untuk mengantisipasi anjal menggeruduk Jakarta. Sebab, selama ini Jakarta menjadi magnet bagi anjal dari berbagai daerah untuk mengais rezeki yang jumlahnya terus bertambah.

Kabid Yan Rehsos Dinas Sosial DKI Jakarta Sri Winarni mengatakan, kebanyakan anjal datang dari luar Jakarta. “Anjal cenderung semakin hari kian bertambah. Mereka melihat karena gampangnya mencari uang di Jakarta,” ungkapnya kepada okezone, baru-baru ini.

Dia menambahkan para anjal ini tidak mengerti bahaya hidup di jalan. Mereka hanya berpikir kalau hidup di jalanan bebas dan tidak ada aturan yang melarang. “Para anjal sangat rawan terkena kejahatan eksploitasi anak, dan tidak terpenuhinya hak-hak terhadap mereka. Hal itu disebabkan mereka hidup di jalan,” papar Sri.

Sampai saat ini mereka masih banyak berkeliaran di jalan, jiwa, raga, psikis, dan haknya terancam oleh kerasnya hidup jalanan. Ya, begitulah nasib anjal yang hidupnya selalui dibayangi bahaya. Semua berharap tabungan anjal ini bukan program muluk-muluk yang hanya menghambur-hamburkan anggaran. Tetapi menjadi program yang benar-benar mengangkat mereka dari jalanan. Kemudian meretas jalan bagi anjal untuk membuka pintu kehidupan baru yang lebih beradab dan berderajat layaknya manusia.

Sebab itu, program tabungan anjal yang akan mengembalikan mereka ke jalur pendidikan harus diimplementasikan melalui pendekatan khusus, tetap sasaran, dan tentu pengawasan ketat dari berbagai pihak. Banyak pengalaman dana sosial pun  tak luput dari "gaya sunat" koruptor. Toh, anjal ini adalah anak-anak bangsa yang punya hak hidup layak dan masa depan lebih baik. Dalam hal ini, negara yang diamanati konstitusi untuk bertanggung jawab penuh atas nasib anjal agar tidak selamanya hidup di jalanan.
(ram)
Catur Nugroho Saputra - Okezone:

DATA PRIBADI


Nama   
HENDRI  MOHAMMAD  HERMAWAN
Tempat/Tanggal/ Lahir
Ciamis , 02-12-1972
Alamat 
Jln. Panaragan 73 rt. 10/ 04 Ds. Panaragan
Kec. Cikoneng Kab.Ciamis  46261

Mobile 
081 322 482 404
Status
Menikah
Agama
Islam
E-mail
Jejaring Sosial
fesbuk nu akent (Face book)
Blog
http//:greennateure.blogspot.com
http//:monologue.blogspot.com
http//:komiqindon.blogspot.com
http//:tkskcikoneng.blogspot.com


PENDIDIKAN

1.  SDN Panaragan I Cikoneng Ciamis
2.  SMP Negeri Cikoneng
3.  Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) Negeri Bandung
4.  Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Bandung


PENGALAMAN  KERJA

1.    CV. BERNALA NIRWANA  (Jakarta)
2.    ANIMIK WORLD (Bandung)
3.    CITRA ANIMASI BANDUNG (CAB)
4.    PT. MIZAN (Bandung)
5.    PT.SEMPURNA BOGA ( Pandaan Senarang)
6.    MAO SHEN  SHAW MILL  (Shibu  Serawak Malaysia)
7.    FASILITATOR  BNPB (Ciamis)


PENGALAMAN  SOSIAL

1.  Karang  Taruna MEKARSARI  Desa Panaragan Kec. Cikoneng Kab. Ciamis
2.  Pemuda  Mandiri  MEKARSARI Desa Panaragan Kec. Cikoneng Kab. Ciamis
3.  Fasilitator Pendamping Masyarakat Korban Gempa Bumi September 2009
4.  Tenaga Kerja Sosial Kecamatan, Kec. Cikoneng
5.  Gelar TTG Nasional XI Pekanbaru Riau
6.  Penyuluh TTG Pertanian ,Tanjung  Uban – BINTAN
7.  Pengalaman Pameran :
a.       INA Craft, JCC  Jakarta
b.      Pekan Raya Jakarta
c.       Gelar TTG Nasional XI Pekanbaru Riau
d.      Wira Usaha Mandiri, Gedung SateBandung
e.      JabarExpo, Gasibu Bandung
f.        Hari Jadi Kota Tasikmalaya
g.       Hari Jadi Kabupaten Ciamis